Bangkok, Dec 22, 2007

Jam 7 kita udah harus bangun, breakfast, dan check out hotel, karna akan menuju Pattaya. Tapi sebelumnya kita akan mengunjungi Grand Palace dan Emerald Buddha yang terkenal itu. Cuaca sangat cerah dan terik, banyak banget turis yang mengunjungi Grand Palace ini. Kebetulan gw pake celana pendek, ga boleh masuk jadinya gue sematkan kain bali aja deh…June uda pesen bahwa kita tidak akan melewati tempat yang sama dua kali, jalan masuk dan keluarnya beda, jadi perhatikan baik baik setiap bangunan yang kita lewati. June mulai banyak bercerita tentang sejarah dari istana yang sudah berumur 200 tahun lebih ini. Istana ini berdiri sejak zaman pemerintahan King Rama I tahun 1782 dengan luas 218.000 square metre. Wah takjub banget melihat istana ini yang masih dipelihara dengan baik. Ada beberapa porselin di dinding itu datangnya dari negeri China dan beberapa arsitektur bangunan yang diadaptasi dari Negeri Inggris atau Eropa.

Gue terkesan dengan satu bangunan yang namanya The Cakri Maha Prasat, dibangun pada tahun 1882 oleh King Rama V. Bangunan ini diadaptasi dari arsitektur Inggris, tapi bagiannya atasnya tetap gaya arsitektur Thai. Hall nya masih dipakai untuk acara jamuan untuk para Dutabesar Negara asing atau kunjungan dari kepala pemerintahan negera lain. Selain itu masih ada The Borom Phiman Mansion, dibangun dengan gaya arsitektur Barat pada tahun 1903 masih dipakai untuk penginapan bagi para tamu kerajaan. Menurut our guide, June, Kaisar Jepang pernah dua kali menginap di Mansion ini, dan juga Ratu Victoria dari Inggris. Kita hanya bisa melihat bangunan ini dari luar karena tertutup untuk public.

The Galleries juga tidak kalah menarik. Sepanjang dinding dari Galeri ini terdapat lukisan yang bercerita. Ada beberapa episode cerita, ada tentang peperangan, dan salah satunya ada cerita tentang Sinta, istri Rama yang diculik oleh Ravana dan juga ada tokoh monyet (Hanoman) yang bisa berubah bentuk Rama minta bantuan dari sang monyet untuk menyelamatkan Sinta. Lalu sang monyet pergi menghadap Ravana berusaha untuk merayunya membuka rahasia dimana dia menyembunyikan Sinta dan setelah Ravana memberitahu dimana Sinta disembunyikan, sang monyet berubah bentuk menjadi lalat terbang untuk menyelamatkan Sinta.

Dari Grand Palace, kita menuju Sungai Chao Praya . Kali ini wisata boat menyusuri sungai Chao Praya. Karena sudah siang, tidak ada floating market. Floating market sekarang ini hanya bisa dilihat di luar Bangkok. Jelas sekali sungai ini dipelihara dengan sangat baik. Pada zaman dulu, sungai ini sangat berperan penting dalam pertempuran melawan musuh. Pada saat ultah Raja beberapa bulan lalu juga mengadakan upacara di sungai ini dengan perahu warna emas berkepala naga yang sangat indah. Kita ada melewati tempat penyimpanan perahu tersebut di tepi sungai.

Setelah berpanas panas menyusuri sungai, kita dibawa ke tempat penjualan batu mulia (gems), Royal Lapidary Co., Ltd, sebelumnya kita nonton dulu cara pembuatan batu permata yang diambil dari perut bumi. Permata dinilai dari 3C (gw lupa dua C lainnya, gw hanya ingat salah satunya Cutting)..pelayan toko yang melayani kita ternyata asal Bandung. Kita masuk ke dalam ruangan yang seperti pabrik pembuatan batu mulia tersebut. Akhirnya sampai ke showroomnya. Luar biasa bagusnya, dari range harga 500ribuan sampai jutaan. Jadi ingat film Blood Diamond, kisah tentang berlian merah muda yang menjadi sengketa. Ternyata berlian merah muda memang sudah sangat langka, di toko tersebut yang ada juga warna coklat itupun hanya satu. Tergoda dengan perhiasan batu yang indah, gw hanya beli anting anting dari garnet (sesuai dengan batu kelahiran gw…)..Thanks papi uda berbaik hati membelikannn…

Setelah lunch (menu tidak dibahas karena biasa biasa aja..kurang puas nihh), kita menuju Pattaya, dua setengah jam dari Bangkok. Karena perjalanan jauh, kita pada tiduran di mobil. Sepanjang perjalanan ke Pattaya, kita ada stop di Sriracha Tiger Zoo yang dimiliki oleh Sriracha Group. Ada beberapa pertunjukan binatang disini seperti Tiger Show, Elephant Show dan Crocodile Show.

Waktu kita tidak banyak disini, setelah pertunjukan tiger, kita segera berangkat menuju Nong Nooch Tropical Botanical Garden dengan luas 500 ha yang dirintis oleh Mrs. Nongnooh Tansacha. Dengan tiket masuk seharga 400 bath kita bisa menyaksikan Kebun anggrek yang indah, tanaman unik lainnya (gue ga tau namanya apa) sangat menyegarkan mata, kalau mau beli juga boleh. Ada juga butterfly garden, Roman Garden yang romantis (bahkan ada yang melangsung pernikahan disini, wahhh so romantic…), untuk melihat French Garden kita harus naik ke atas bebatuan yang tinggi untuk melihat ke bawah….hebatt..bagus banget. Ada juga tarian traditional Thai, thai boxing yang tidak sempat kita tonton karena sudah sore. Bagi yang bawa anak, ada area bermain anak dan taman burung. Lengkap ya, pokoknya ga bosen deh disana.

Dalam 45 menit kemudian, kita sudah tiba di Pattaya. Kali ini kita menginap di Markland Hotel yang berhadapan langsung dengan pantai. Kamar luas tapi AC nya berisik..Setelah mandi, kita turun ke lobby hotel bersiap siap untuk dinner. Berhubung besoknya ada pemilihan Perdana Menteri di seluruh Thailand maka semua toko atau supermarket tidak diizinkan untuk berjualan minuman keras, semua pub, bar, juga tutup. Mobil kita berhenti di ujung jalan yang bertulisan Walking Street. Walking street ini tertutup untuk kendaraan umum hanya malam hari. Kita dinner di restoran seafood (aduhh lupa namanya tapi kalo kesana lagi inget kok tempatnya) sudah berdiri selama 30thn lebih sejak dari zaman perang Indochina. Makanannya sangat enak terutama tom yam goongnya..selain itu ada order sushi, daging kepiting yang digoreng, sayuran, udang goreng tepung, semuanya enak enak. Tempat makannya terbuka dan berhadapan langsung dengan pantai.

Setelah dinner, pengennya sih thai massage tapi ga boleh karena baru makan. Ga afdol rasanya kalau uda di Thailand tapi ga ngerasain Thai massage jadinya kita shopping dulu di MIKE shopping mall, belanja snack khas Thai.

Jam sudah menunjuk pukul 22.00, sesuai rencana kita menuju Palladium. Harga massage termasuk mahal, harga turis sih, untuk dua jam kena 500 bath. Gue uda ngantuk banget tapi ngerasa badan gw di plintir plintir kayak postur yoga. Setelahnya rilex banget dan malamnya tidur nyenyak banget..hilang deh semua pegel pegelnya..(to be continued..)